Get a Quote
Tips Membuat Website UMKM yang Menarik Calon Pembeli

Tips Membuat Website UMKM yang Menarik Calon Pembeli

Saat ini, orang lebih suka mencari informasi dan belanja lewat internet. Sayangnya, tidak sedikit website UMKM yang masih terlihat kurang menarik atau sulit digunakan. Padahal, website yang sederhana namun nyaman bisa membuat calon pembeli betah dan tertarik untuk membeli, lho. Kabar baiknya, kamu bisa membuat website UMKM yang menarik tidak harus mahal atau rumit. Berikut adalah tips saat membuat website UMKM yang menarik untuk calon pembeli.

1. Tentukan Tujuan Website dengan Jelas

Sebelum membuat website, penting bagi kamu pelaku UMKM untuk mengetahui tujuan utamanya. Apakah kamu membuat website ingin digunakan untuk menjual produk, menampilkan katalog, atau hanya sekadar memberikan informasi tentang usaha? Nah, ini membantu website akan jauh lebih terarah dan tidak membingungkan pengunjung. Calon pembeli pun jadi lebih mudah memahami apa yang ditawarkan dan apa yang bisa mereka lakukan di website tersebut.

2. Gunakan Desain yang Sederhana tapi Tetap Menarik

Website yang menarik tidak harus penuh dengan hiasan. Justru desain yang sederhana dan rapi membuat pengunjung merasa nyaman saat membuka website. Pilih warna website UMKM yang sesuai dengan identitas usaha, gunakan tulisan yang mudah dibaca, dan susun tampilan secara teratur. Desain yang sederhana tapi profesional akan membuat usaha terlihat lebih terpercaya di mata calon pembeli.

3. Pastikan Website Nyaman Dibuka di HP

Kebanyakan orang membuka website lewat HP, bukan laptop. Karena itu, website UMKM harus nyaman dilihat dan digunakan di layar kecil. Tampilan website harus dapat menyesuaikan ukuran layar, tombol mudah diklik, dan tulisan tetap jelas. Jika website sulit dibuka di HP, pengunjung bisa langsung menutupnya dan mencari toko lain, lho!

4. Sajikan Informasi Produk dengan Jelas dan Lengkap

Calon pembeli biasanya ingin tahu detail produk sebelum membeli. Pastikan website UMKM selalu menampilkan informasi produk dengan jelas, seperti nama produk, harga, kegunaan, bahan, dan keunggulannya. Gunakan bahasa yang sederhana dan jujur agar mudah dipahami oleh calon pembeli. Informasi yang lengkap akan membantu calon pembeli merasa lebih yakin untuk melakukan pemesanan produk atau layanan kamu.

5. Gunakan Foto Produk yang Menarik dan Asli

Foto adalah hal pertama yang dilihat pengunjung saat membuka website. Gunakan foto produk yang jelas, terang, dan sesuai dengan kondisi aslinya. Tidak perlu kamera mahal, yang penting foto tidak buram dan terlihat rapi. Foto yang menarik bisa membuat calon pembeli tertarik dan membayangkan produk sebelum membelinya.

6. Tambahkan Tombol Aksi yang Jelas (CTA)

Website sebaiknya memiliki tombol yang mengarahkan pengunjung untuk bertindak, tidak hanya sekedar lihat-lihat, seperti “Beli Sekarang”, “Pesan via WhatsApp”, atau “Lihat Katalog”. Tombol ini membantu pengunjung tahu langkah selanjutnya tanpa harus bingung. Letakkan tombol di tempat yang mudah dilihat agar calon pembeli bisa langsung menghubungi atau melakukan pemesanan. Ingat, pastikan untuk menggunakan warna yang lebih mencolok agar pengunjung lebih aware.

7. Tampilkan Testimoni dan Cerita Singkat Usaha

Calon pembeli akan lebih percaya jika melihat pengalaman pelanggan lain saat membeli produk atau jasa kamu. Oleh karena itu, tampilkan testimoni dari pembeli yang sudah pernah menggunakan produk. Selain itu, ceritakan sedikit tentang usaha kamu, seperti kapan mulai berdiri dan apa keunggulannya. Hal ini membuat website terasa lebih dekat dan meyakinkan.

8. Pastikan Website Cepat dan Mudah Ditemukan di Google

Website yang lambat sering membuat pengunjung tidak sabar, sehingga menutup website. Pastikan website bisa dibuka dengan cepat agar pengunjung betah. Selain itu, gunakan kata-kata yang sesuai dengan produk agar website lebih mudah ditemukan di Google, seperti “Service Mobil Bandung” atau “Ganti Ban Murah di Bandung” . Dengan begitu, peluang website UMKM dikunjungi calon pembeli akan semakin besar.

9. Sediakan Kontak yang Mudah Dihubungi

Jangan membuat calon pembeli kesulitan saat ingin bertanya. Cantumkan nomor WhatsApp, email, atau media sosial yang aktif dan mudah ditemukan. Semakin mudah pengunjung menghubungi kamu, semakin besar kemungkinan mereka benar-benar membeli produk yang ditawarkan.

10. Rutin Memperbarui Isi Website

Website UMKM yang jarang diperbarui akan terlihat kurang aktif. Usahakan untuk rutin menambahkan produk baru, promo, atau informasi terbaru di website. Website yang aktif memberi kesan bahwa usaha kamu terus berjalan dan berkembang. Selain itu, pengunjung juga akan tertarik untuk kembali membuka website di lain waktu.