Pendahuluan
Dalam beberapa tahun terakhir, banyak pelaku usaha di Indonesia mulai mengurangi ketergantungan pada marketplace dan beralih ke platform penjualan sendiri. Fenomena ini dipicu oleh berbagai faktor yang mempengaruhi profitabilitas dan kontrol bisnis.
Tren Kenaikan Biaya Admin Marketplace
Sejumlah marketplace besar di Indonesia, seperti Shopee, Tokopedia, dan Lazada, telah menaikkan biaya admin dan layanan mereka sejak tahun 2024. Misalnya, Shopee memberlakukan skema biaya admin baru mulai Juli 2025, berkisar antara 2–8% tergantung kategori produk dan jenis penjual. Selain itu, ada biaya proses pesanan Rp1.250 per transaksi dan tambahan biaya 1,5–3% untuk program gratis ongkir. Tokopedia menaikkan biaya layanan sejak Mei–Juni 2025, dengan komisi maksimal 10% untuk semua kategori berdasarkan performa toko. Lazada menerapkan biaya tetap Rp1.250 per pesanan yang berhasil mulai 1 Agustus 2025, dengan komisi pada program Free Shipping Max berkisar 1,5%–6% untuk kategori non-elektronik dan 4% untuk elektronik.
Dampak Kenaikan Biaya Admin terhadap Bisnis
Kenaikan biaya admin ini berdampak signifikan pada margin keuntungan penjual. Biaya tambahan tersebut memaksa penjual untuk menaikkan harga produk, yang dapat mengurangi daya saing di pasar. Selain itu, penjual juga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk iklan agar produk mereka tetap terlihat di halaman utama marketplace, yang semakin menekan profitabilitas.
Alasan Bisnis Beralih ke Website Sendiri
Beberapa alasan utama yang mendorong bisnis beralih ke website sendiri antara lain:
- Kontrol Penuh atas Bisnis: Dengan memiliki website sendiri, penjual memiliki kontrol penuh atas operasional bisnis, termasuk penetapan harga, promosi, dan desain toko.
- Pengelolaan Data Pelanggan: Penjual dapat mengumpulkan dan menganalisis data pelanggan untuk strategi pemasaran yang lebih efektif.
- Branding yang Lebih Kuat: Website sendiri memungkinkan penjual untuk membangun identitas merek yang lebih kuat dan berbeda dari kompetitor.
- Pengurangan Biaya: Dengan menghilangkan biaya admin dan komisi yang dikenakan oleh marketplace, penjual dapat meningkatkan margin keuntungan.
Contoh Kasus di Indonesia
Beberapa bisnis di Indonesia telah mengambil langkah untuk beralih dari marketplace ke website sendiri. Misalnya, brand fashion THENBLANK memilih untuk melepas status Mall di marketplace dan mengarahkan pelanggan berbelanja melalui website maupun WhatsApp resmi mereka. Langkah ini diambil untuk memberikan harga terbaik kepada pelanggan melalui channel mereka sendiri. Selain itu, Watchstory.id memutuskan untuk tidak lagi berjualan di Tokopedia dan fokus pada penjualan melalui website mereka sendiri.
Tantangan dalam Beralih ke Website Sendiri
Meskipun beralih ke website sendiri menawarkan berbagai keuntungan, ada beberapa tantangan yang perlu dihadapi, seperti:
- Menarik Traffic ke Website: Tanpa basis pengguna yang besar seperti di marketplace, penjual harus bekerja ekstra untuk menarik pengunjung ke website mereka melalui strategi pemasaran digital yang efektif.
- Pengelolaan Teknologi: Memiliki website sendiri memerlukan pemahaman dan pengelolaan teknologi, termasuk hosting, keamanan, dan pemeliharaan situs.
- Kepercayaan Pelanggan: Membangun kepercayaan pelanggan di platform baru memerlukan waktu dan upaya, terutama bagi bisnis yang sebelumnya bergantung pada reputasi marketplace.
Strategi Sukses Beralih ke Website Sendiri
Untuk sukses beralih ke website sendiri, bisnis dapat menerapkan beberapa strategi berikut:
- Optimasi SEO: Meningkatkan visibilitas website di mesin pencari melalui optimasi SEO yang tepat.
- Pemasaran Konten: Membuat konten berkualitas yang relevan dengan target pasar untuk menarik dan mempertahankan pengunjung.
- Integrasi Media Sosial: Memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan produk dan mengarahkan traffic ke website.
- Pelayanan Pelanggan yang Baik: Menyediakan layanan pelanggan yang responsif dan profesional untuk membangun kepercayaan dan loyalitas pelanggan.
Kesimpulan
- Kenaikan biaya admin di marketplace mendorong banyak bisnis untuk beralih ke website sendiri guna meningkatkan kontrol dan profitabilitas.
- Memiliki website sendiri memberikan keuntungan seperti kontrol penuh atas bisnis, pengelolaan data pelanggan, dan branding yang lebih kuat.
- Beberapa bisnis di Indonesia telah sukses beralih ke website sendiri, meskipun menghadapi tantangan seperti menarik traffic dan membangun kepercayaan pelanggan.
- Strategi seperti optimasi SEO, pemasaran konten, dan integrasi media sosial dapat membantu bisnis sukses dalam transisi ke platform sendiri.
Butuh bantuan mewujudkan transformasi digital untuk bisnis atau institusi Anda?
Mostar Studio Indonesia siap membantu — dari konsultasi, pengembangan sistem, hingga strategi digital.
👉 Hubungi kami sekarang dan mulai perjalanan digitalisasi Anda bersama tim kami.





