Tren Bisnis Meninggalkan Marketplace dan Beralih ke Platform Sendiri
Dalam beberapa tahun terakhir, banyak pelaku usaha di Indonesia mulai mengurangi ketergantungan pada marketplace dan beralih ke platform penjualan sendiri. Fenomena ini dipicu oleh berbagai faktor yang mempengaruhi profitabilitas dan kontrol bisnis.
Alasan Bisnis Meninggalkan Marketplace
1. Persaingan Harga yang Ketat
Marketplace sering kali menjadi arena persaingan harga yang sengit. Pelaku usaha harus menurunkan harga untuk bersaing, yang berdampak pada margin keuntungan yang semakin tipis. Hal ini membuat bisnis sulit mencapai profitabilitas yang diharapkan.
2. Biaya Komisi dan Iklan yang Tinggi
Platform marketplace mengenakan komisi penjualan yang signifikan. Selain itu, untuk meningkatkan visibilitas produk, penjual sering kali harus mengeluarkan biaya tambahan untuk iklan. Kombinasi ini dapat mengurangi keuntungan secara substansial.
3. Keterbatasan Kontrol atas Data Pelanggan
Di marketplace, data pelanggan dikelola oleh platform, sehingga penjual memiliki akses terbatas. Hal ini menyulitkan bisnis untuk membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan dan melakukan strategi pemasaran yang efektif.
4. Keterbatasan Branding
Marketplace memiliki format tampilan yang seragam, sehingga sulit bagi bisnis untuk menonjolkan identitas merek mereka. Ini menghambat upaya diferensiasi dan penguatan brand di mata konsumen.
Kasus Nyata: Bukalapak Menutup Layanan Marketplace
Pada Januari 2025, Bukalapak, salah satu marketplace terbesar di Indonesia, mengumumkan penutupan layanan penjualan produk fisik mereka. Keputusan ini diambil setelah mengalami penurunan pendapatan selama tiga tahun berturut-turut. Bukalapak memutuskan untuk fokus pada penjualan produk virtual seperti pulsa dan token listrik, yang dianggap lebih menguntungkan dan relevan dengan tren digital saat ini. ([suara.com](https://www.suara.com/tekno/2025/01/12/125354/alasan-bukalapak-tutup-layanan-marketplace-pendapatan-turun-selama-3-tahun-terakhir?utm_source=openai))
Data dan Statistik Terkini
Menurut survei Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2024, hanya 42,02% pelaku usaha di Indonesia yang melakukan penjualan online, sementara 57,98% lainnya belum. Dari mereka yang tidak berjualan online, 72,67% menyatakan tidak tertarik dengan metode penjualan tersebut. ([databoks.katadata.co.id](https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2026/01/23/57-pelaku-usaha-indonesia-tak-jualan-online-pada-2024-ini-alasannya?utm_source=openai))
Selain itu, data menunjukkan bahwa hanya 17,23% pelaku e-commerce yang berjualan melalui marketplace, dengan DKI Jakarta memiliki persentase tertinggi sebesar 41,40%. ([databoks.katadata.co.id](https://databoks.katadata.co.id/teknologi-telekomunikasi/statistik/6973271b0e0d6/ini-provinsi-dengan-pengusaha-pengguna-marketplace-terbanyak-pada-2024?utm_source=openai))
Manfaat Beralih ke Platform Sendiri
1. Kontrol Penuh atas Bisnis
Dengan memiliki platform penjualan sendiri, bisnis dapat mengontrol seluruh aspek operasional, mulai dari harga, promosi, hingga pengalaman pelanggan.
2. Penguatan Branding
Platform sendiri memungkinkan bisnis untuk menampilkan identitas merek secara konsisten, memperkuat citra dan loyalitas pelanggan.
3. Akses Langsung ke Data Pelanggan
Memiliki data pelanggan memungkinkan bisnis untuk melakukan analisis mendalam, personalisasi penawaran, dan strategi retensi yang lebih efektif.
4. Fleksibilitas dalam Strategi Pemasaran
Bisnis dapat menerapkan strategi pemasaran yang lebih fleksibel dan sesuai dengan target pasar tanpa dibatasi oleh aturan platform pihak ketiga.
Tantangan dalam Membangun Platform Sendiri
Meskipun memiliki banyak manfaat, beralih ke platform sendiri juga menghadirkan tantangan, seperti:
- Investasi Awal yang Besar: Pembangunan dan pemeliharaan platform memerlukan biaya yang signifikan.
- Pengelolaan Teknologi: Membutuhkan tim yang kompeten untuk mengelola aspek teknis dan keamanan platform.
- Upaya Pemasaran yang Intensif: Memerlukan strategi pemasaran yang efektif untuk menarik dan mempertahankan pelanggan tanpa dukungan trafik dari marketplace.
Kesimpulan
Peralihan bisnis dari marketplace ke platform sendiri didorong oleh keinginan untuk meningkatkan kontrol, profitabilitas, dan penguatan merek. Meskipun menghadapi tantangan, langkah ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi pertumbuhan dan keberlanjutan bisnis.
Butuh bantuan mewujudkan transformasi digital untuk bisnis atau institusi Anda?
Mostar Studio Indonesia siap membantu — dari konsultasi, pengembangan sistem, hingga strategi digital.
👉 Hubungi kami sekarang dan mulai perjalanan digitalisasi Anda bersama tim kami.





